Jambal tidak selalu Ikan Asin

Cuaca hari ini bener-bener sahabat kasur dan bantal. Jam 8 pagi dan di karawaci masih berkabut cukup tebal. Hampir 4 tahun disini belum pernah-pernahnya cuaca berkabut seperti ini.

Tidak mau terlena dengan cuaca, saya dengan sangat isengnya memutuskan untuk jalan-jalan motret yang dekat-dekat Jakarta aja. Kebetulan sudah lama penasaran pengen lihat Bendungan Walahar yang terkenal dengan Pepes Jambal warung H. Ridha nya.

Ternyata ngga susah untuk sampe disini. Dengan mobil menuju arah Bandung lewat tol cikampek, keluar di exit Karawang Timur. Dari pintu tol lurus aja sampe lampu merah, dan belok ke kanan. Kurang lebih 2-3km dari lampu merah, ada Indomart di sisi kanan jalan. Belok kanan di jalan yg sesudah Indomart tadi. Kalau anda teliti ada plang menuju Warung H. Dirja yg cukup kecil dan sangat tidak menarik perhatian 😀

Ikutin jalannya, sampai di jalan sempit dan dua arah yang semakin sempit karena pedagang kaki lima di kiri kanannya. Dari sini sudah kelihatan bangunan bendungan Walaharnya.

Untuk sampe di warung, mobip harus melintas jalan sempit di bangunan bendungan yang hanya cukup untuk satu mobil dan motor. Anggap aja ujian sebelum makan ya ..

Rasa makanannya sesuai dengan nama besarnya. Bumbu pepes nya nendang banget ! Yang ngga doyan pepes ada pilihan lain seperti ayam goreng dan ikan bakar. Tapi kalo buat menu itu aja, ngapain jauh-jauh ke Karawang ya ?

image

Proses masaknya juga ternyata lumayan epic. Masing-masing bungkusan dipanggang selama kurang lebih satu jam dengan panggangan tradisional menggunakan kayu bakar. Nampaknya ini salah satu rahasia aroma makanannya yang sangat mengundang.

image

Setelah makan, yang iseng beretualang bisa main sambil lihat-lihat bangunan bendungan Walahar. Hati-hati karena ini sebenarnya bukan obyek wisata yg bisa dengan bebas didatangi pengunjung. Walaupun air sedang surut, tetap beresiko fatal jika anda tidak waspada.

image

Sayangnya cuaca kurang bersahabat. Saya harus buru-buru pulang karena hujan yang tiba-tiba mengguyur. Tapi tidak mengapa, rasa penasaran terobati, dan perutpun kenyang ..

One thought on “Jambal tidak selalu Ikan Asin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *