Life without facebook

Pernah bertanya bagaimana rasanya hidup tanpa facebook ? Yap .. pertanyaan tidak penting sebenarnya, karena facebook hanyalah media berkomunikasi (eksis) untuk sebagian orang saat ini. Uhm .. mungkin sebagian besar .. 😀

Sebelum facebook, orang berhubungan melalui email dan yang butuh jawaban cepat bisa melalui berbagai program chat yg sudah terintegrasi dengan hampir semua jenis handphone sekarang ini. Handphone adalah jenis telephone, dan lebih penting jadi orang pintar daripada punya smartphone. And it was fine really !

Perlahan tapi pasti facebook menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Dulu waktu kecil, saya diajarkan orang tua untuk berdoa setiap sebelum kita makan. Anak-anak jaman sekarang tumbuh dengan kepercayaan potret dan upload dulu sebelum makan. Anak-anak generasi 80-90an pasti tau dengan lirik lagu “Bangun tidur ku terus mandi .. tidak lupa menggosok gigi ..”. Anak-anak sekarang mungkin taunya “Bangun tidur ke pegang handpone .. tidak lupa mengupdate status ..”. Sebegitu berpengaruhnya facebook sampai pola hidup hampir sebagian besar orang dibentuk dengan tidak jauh dari kegiatan yg melibatkan facebook. Saya tidak terkecuali … paling tidak sampai beberapa menit yang lalu.

Yap tebakan anda benar. Hari ini, beberapa menit yang lalu saya meng-deactivate account facebook saya. Bukan karena ingin menghapus hubungan pertemanan dengan 1000an teman yang terhubung dengan saya, yang sebagian besar juga (mungkin) saya lupa pernah kenal dimana 😀 Tapi dengan pertimbangan bahwa teman yang betul perduli dengan kehidupan saya akan tahu dimana dan bagaimana menghubungi saya baik melalui email, no hp, whatsapp ataupun beberapa media online yang lain. Sebaliknya saya pun akan mencari dengan cara apapun orang-orang yang punya peranan dalam kehidupan saya. Hukum ekonomi berlaku dalam hubungan sosial. Sesuatu yang diperoleh dengan mudah dan tanpa usaha cenderung tidak akan dihargai …

So, how is life without facebook ? Sampai saat ini masih sama. Tetap ngantuk di jam 2 sore, tetap pulang kantor jam 4 sore nanti (mudah-mudahan), dan sambil ngetik ini saya masih duduk di depan komputer dengan beberapa kerjaan mengantri. Mungkiiinn .. akan ada saat-saat dimana saya sedang sendiri dan tidak ada yang dikerjakan, keinginan kuat untuk sekedar tau bahan obrolan apa diantara teman-teman facebook saya. Tapi untuk tujuan memiliki hidup yang lebih bermakna buat saya sendiri, saya wajib mencoba menjalani pola hidup yang saya tentukan sendiri. Ngga akan gampang … tapi damn worth the effort !

Suatu saat nanti mungkin saya akan punya alasan kuat untuk kembali punya account facebook. Tapi untuk saat ini, saya belum menemukan alasan tersebut. Apa facebook akan kehilangan saya ? In your dream, Joe ! Bagi facebook kehilangan satu user hanyalah sepersekian sekian sekian persen dari jumlah pengguna globalnya. Ibarat pasir di pantai, saya hanyalah satu butiran kecil yang mengisi slot database facebook yang super besar. Tapi bagi saya, owning my own life means the whole world .. !

Bagi yang penasaran dengan tayangan halaman setelah tombol Deactivate anda klik, silahkan … ngga beda sama tayangan halaman lain kok … 🙂

image

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *