South Africa Journey – Jul Aug 2008

This is a long overdue photo album. I’ve got it in my hardisk for a while, but only now that I’ve settled the domain and everything, I manage to get it uploaded.

Sometime in mid 2008, I attended a work related exhibition in Johannesburg, South Africa. My whole life I have never travelled that far, and there I was at the southern end of Africa.

This trip was my last journey with my trusty Canon EOS 300D camera. And what made it even more special was the fact that I exclusively used the cheap and plasticky 50mm f/1.8 lens. One thing I learned was that, don’t judge your gear by the price tag. Get familiar with it and it will produce wonder.

And the rest are all history ..

[nggallery id=9]

Danau UI dan BonBin Ragunan – 6 Mei 2012

Menjelang overnight camping trip yang rencananya akan ke Ciwidey, weekend ini hunting pemanasannya yang deket-deket dulu deh. Tadinya diskusi sempat mengarah ke daerah hutan pinus di gunung Salak, Bogor, tapi karena pertimbangan jarak, diputuskan huntingnya di sekitaran danau UI, dan kalau memungkinkan dilanjutkan ke Ragunan.

Danau UI selama ini terkenal dengan ROL dan penebar jala, kalau cukup beruntung lho ya .. Kita lihat aja nanti gimana nanti di lapangan.

Meeting point disepakati di KFC yang dekat dengan stasiun kereta univ Pancasila. Dengan beberapa faktor X keterlambatan, jam 6 lebih dikit perjalanan masuk kompleks Universitas Indonesia kita mulai …

Sasaran utama adalah danau dekat gedung perpustakaan dan rektorat UI. Suasana pagi itu yang bekabut dan matahari yang cerah sungguh sangat ideal untuk foto-foto.

Masih penasaran dengan situasi danau UI yang lebih natural, kami melanjutkan pencarian lokasi yang katanya banyak ROL. Untunglah tidak perlu mencari jauh, lokasinya ditemukan dekat FE.

Baiknya kalau kesini jangan pakai sendal yang licin, lokasinya lumayan becek mungkin juga karena hujan semalam.

All hail Mr. ROL .. dan buat yang bertanya-tanya, ROL singkatan dari Ray of Light. Bukan Ray of Light yang ini.  Definisi thefreedictionary.com nya bisa dilihat disini. Resep utamanya sih kabut/asap dan berkas cahaya, dan saat itu kedua syarat utama sudah ada, sayangnya .. kondisinya minim POI yang cukup menarik. Pada prakteknya ROL lebih banyak berfungsi sebagai pemanis atau memperkuat obyek utama.

 

Ternyata hari ini kami tidak cukup beruntung, karena pak penebar jala sedang off day. Akhirnya diputuskan untuk melanjutkan ke Kebun Binatang Ragunan.

Berkunjung ke Ragunan di hari libur memang musti siap-siap dengan lautan manusia. Banyaknya pengunjung bisa dimengerti karena selain akses yang mudah, bisa dicapai dengan busway, harga tanda masuknya pun cukup Rp 4.000,- untuk orang dewasa, dan Rp. 3.000,- untuk anak-anak.

Banyak jenis hewan yang bisa dilihat mulai dari orang utan, beruang, sampai jerapah. Untuk berkeliling kompleks yang cukup luas bisa dengan jalan kaki, naik tram, ataupun dengan menyewa kereta yang ditarik oleh kuda.

Untuk yang pengen hiburan tapi ngga pengen ribet, Ragunan bisa jadi salah satu opsi untuk menghabiskan weekend.

Seperti biasa, foto-foto dari danau UI bisa dilihat dibawah

[nggallery id=2]

 

Dan beberapa foto di Ragunan bisa dilihat dibawah

[nggallery id=1]

Waduk Jatiluhur – 15 April 2012

Dari perjalanan ke Situgunung-Sukabumi bulan April yang baru lewat saya sebenarnya masih penasaran dengan memotret suasana danau disaat matahari terbit. Untung aja ditengah isu-isu sweeping geng motor, masih ada 2 orang temen yang cukup gila untuk diajak bangun pagi menuju ke Waduk Jatiluhur.

Mulai dibangun sejak tahun 1957, waduk ini secara resmi dinamakan waduk Ir. H. Juanda. Luasnya sekitar 8300 hektar dan fungsinya bermacam-macam mulai dari PLTA, untuk irigasi sawah, pariwisata, pembinaan olahraga dayung, dan tentu saja sebagai sumber penghidupan bagi masyarakat sekitar.

Untuk misi sunrise hunting kali ini perjalanan dimulai jam 4.30 am dari Jakarta menuju arah Bandung lewat tol tanjung priok. Melalui tol cikampek dan dilanjutkan tol purbaleunyi, di km 80 siap-siap untuk keluar di pintu tol Jatiluhur. Dari pintu tol belok ke kiri, dan kurang lebih 1 km belok kiri lagi. We are set .. Jatiluhur here we come !

Pemandangan yang menyambut kami sungguh luar biasa. Permukaan waduk yang luas dan berkabut dengan latar belakang perbukitan memberikan kesan seperti sedang menyusuri sungai di pedalaman China.

 

Selain pariwisata, hasil perikanan juga merupakan salah satu sumber penghidupan masyarakat sekitar waduk. Ikan air tawar seperti nila dan ikan mas banyak dijual baik yang sudah dikeringkan ataupun yang sudah siap saji.

 

Capek berkeliling tidak ada yang lebih menyegarkan dibandingkan sajian kelapa muda sambil bersantai di bale-bale yang banyak  tersedia di pinggir waduk.

 

 

Menjelang jam 12 siang kami bersiap-siap untuk kembali ke Jakarta. Sebenarnya masih banyak hal menarik yang harus dilihat di Waduk Jatiluhur, seperti tempat pelelangan ikan di  tengah waduk yang harus dicapai dengan perahu. Tapi biarlah itu menjadi alasan bagi kami untuk kembali lagi ke Jatiluhur nanti ..

 

Beberapa foto tentang kehidupan masyarakat sekitar bisa dilihat di link di bawah ..

[nggallery id=4]

Situgunung, Sukabumi – 10-11 Maret 2012

Perjalanan ke Situgunung – Sukabumi dmulai jam 10 malam dari tempat rendesvouz di TIS. Lewat tol jagorawi, kami mampir sebentar di sentul rest area untuk menambah supply makanan. Pilihan untuk melakukan perjalanan malam ternyata tidak mengecewakan. Jam 00.30 konvoi 3 mobil kami tiba di daerah Cisaat. Dengan patokan Polsek Cisaat, kami harus belok kiri keluar dari jalan utama yang menuju kota Sukabumi.

Tapi sebelum menuju penginapan, kami memutuskan untuk menambah lagi supply energy .. 😀

 

Akhirnya sekitar jam 2 pagi bisa tiba di penginapan dan beristirahat. Not bad untuk cottage seharga Rp 200.000,- per malam lengkap dengan kamar, ruang tamu dan kamar mandi.

 

 

Perjalanan menuju Situgunung dimulai jam 5.30 pagi dengan harapan bisa mengejar sunrise di danau. Pemandangan sepanjang jalan lumayan asri dan alami.

 

 

Tiba di lokasi, alam rupanya sedang tidak bersahabat. Langit yang terlihat cerah ternyata berubah dalam hitungan menit .. hujan ! Semangat mengejar kabut dan matahari pagi lumayan padam. Tapi untuk jarak yang sudah sejauh ini, akan sayang banget kalau pulang tanpa membawa apa-apa.

Jam 8 pagi, awan bergerak, dan cuaca lumayan mendukung untuk foto-foto, walaupun masih sedikit diselingi gerimis.

 

Walaupun just found out i have herpes belum sesuai harapan, tapi pengalaman ke Situgunung sungguh sangat membantu melepas kepenatan kerja. Jaraknya tidak begitu jauh dari Jakarta, dan pemandangan yang ditawarkan sangat alami.

Beberapa foto hasil hunting ke Situgunung bisa dilihat di flickr gallery dibawah ..

[flickr]set:72157629610855489[/flickr]