Papandayan, another life milestone

Here I am, doing one thing I never thought possible. Mountain trekking. I wont call it climbing as the route and terrain difficulty level looks more like afternoon walk-in-the-park for those experienced climbers. Not for me though. Last time I did this was something like 20 years ago. And I’ve been a city boy eversince.

image

Continue reading “Papandayan, another life milestone”

Sawarna, surga fotografer dan peselancar

You simply cannot make a bad shot in Sawarna. Itulah kesan yang tertanam di benak saya setelah satu harian bermain-main di bebatuan karang dan pantai berpasir putih di Sawarna. Belum pernah dengar tentang Sawarna ? Kemana aja selama ini nih ? .. 😀

Memang sih, dibandingkan dengan Pangandaran atau Anyer, nama Sawarna baru mulai terkenal beberapa tahun belakangan ini. Tapi bisa dijamin, keindahan yang ditawarkan tidak kalah dengan dua tempat yang lebih dahulu disebutkan tadi.

Continue reading “Sawarna, surga fotografer dan peselancar”

Sate Maranggi : Kuliner Cikampek

Menyebut nama Cikampek sudah pasti identik dengan jalan tol. Ya .. hampir semua orang yang ingin ke Bandung atau ke Jawa melalui jalur Pantura pasti melewati daerah ini. Namun di kalangan pecinta kuliner, ada lagi yang jadi daya tarik Cikampek. Sate maranggi yang legendaris itu.

Demi untuk mengobati rasa penasaran, saya rela menempuh jarak 70 km ke arah timur Jakarta untuk mencicipi Sate Maranggi ini, hanya bermodalkan referensi dari teman-teman di group IPC dan google maps.

Continue reading “Sate Maranggi : Kuliner Cikampek”

Waduk Jatiluhur – 15 April 2012

Dari perjalanan ke Situgunung-Sukabumi bulan April yang baru lewat saya sebenarnya masih penasaran dengan memotret suasana danau disaat matahari terbit. Untung aja ditengah isu-isu sweeping geng motor, masih ada 2 orang temen yang cukup gila untuk diajak bangun pagi menuju ke Waduk Jatiluhur.

Mulai dibangun sejak tahun 1957, waduk ini secara resmi dinamakan waduk Ir. H. Juanda. Luasnya sekitar 8300 hektar dan fungsinya bermacam-macam mulai dari PLTA, untuk irigasi sawah, pariwisata, pembinaan olahraga dayung, dan tentu saja sebagai sumber penghidupan bagi masyarakat sekitar.

Untuk misi sunrise hunting kali ini perjalanan dimulai jam 4.30 am dari Jakarta menuju arah Bandung lewat tol tanjung priok. Melalui tol cikampek dan dilanjutkan tol purbaleunyi, di km 80 siap-siap untuk keluar di pintu tol Jatiluhur. Dari pintu tol belok ke kiri, dan kurang lebih 1 km belok kiri lagi. We are set .. Jatiluhur here we come !

Pemandangan yang menyambut kami sungguh luar biasa. Permukaan waduk yang luas dan berkabut dengan latar belakang perbukitan memberikan kesan seperti sedang menyusuri sungai di pedalaman China.

 

Selain pariwisata, hasil perikanan juga merupakan salah satu sumber penghidupan masyarakat sekitar waduk. Ikan air tawar seperti nila dan ikan mas banyak dijual baik yang sudah dikeringkan ataupun yang sudah siap saji.

 

Capek berkeliling tidak ada yang lebih menyegarkan dibandingkan sajian kelapa muda sambil bersantai di bale-bale yang banyak  tersedia di pinggir waduk.

 

 

Menjelang jam 12 siang kami bersiap-siap untuk kembali ke Jakarta. Sebenarnya masih banyak hal menarik yang harus dilihat di Waduk Jatiluhur, seperti tempat pelelangan ikan di  tengah waduk yang harus dicapai dengan perahu. Tapi biarlah itu menjadi alasan bagi kami untuk kembali lagi ke Jatiluhur nanti ..

 

Beberapa foto tentang kehidupan masyarakat sekitar bisa dilihat di link di bawah ..

[nggallery id=4]

Situgunung, Sukabumi – 10-11 Maret 2012

Perjalanan ke Situgunung – Sukabumi dmulai jam 10 malam dari tempat rendesvouz di TIS. Lewat tol jagorawi, kami mampir sebentar di sentul rest area untuk menambah supply makanan. Pilihan untuk melakukan perjalanan malam ternyata tidak mengecewakan. Jam 00.30 konvoi 3 mobil kami tiba di daerah Cisaat. Dengan patokan Polsek Cisaat, kami harus belok kiri keluar dari jalan utama yang menuju kota Sukabumi.

Tapi sebelum menuju penginapan, kami memutuskan untuk menambah lagi supply energy .. 😀

 

Akhirnya sekitar jam 2 pagi bisa tiba di penginapan dan beristirahat. Not bad untuk cottage seharga Rp 200.000,- per malam lengkap dengan kamar, ruang tamu dan kamar mandi.

 

 

Perjalanan menuju Situgunung dimulai jam 5.30 pagi dengan harapan bisa mengejar sunrise di danau. Pemandangan sepanjang jalan lumayan asri dan alami.

 

 

Tiba di lokasi, alam rupanya sedang tidak bersahabat. Langit yang terlihat cerah ternyata berubah dalam hitungan menit .. hujan ! Semangat mengejar kabut dan matahari pagi lumayan padam. Tapi untuk jarak yang sudah sejauh ini, akan sayang banget kalau pulang tanpa membawa apa-apa.

Jam 8 pagi, awan bergerak, dan cuaca lumayan mendukung untuk foto-foto, walaupun masih sedikit diselingi gerimis.

 

Walaupun just found out i have herpes belum sesuai harapan, tapi pengalaman ke Situgunung sungguh sangat membantu melepas kepenatan kerja. Jaraknya tidak begitu jauh dari Jakarta, dan pemandangan yang ditawarkan sangat alami.

Beberapa foto hasil hunting ke Situgunung bisa dilihat di flickr gallery dibawah ..

[flickr]set:72157629610855489[/flickr]